Art & Culture

Tembang Sunda Cianjuran

Dimulainya didalam istilah ilmu Karawitan termasuk Sekar gending yaitu perpaduan antara sekaran dan gending , Karawitan sekar gending merupakan antara sekaran dan gending. dalam istilah sekarang artinya seni suara yang berasal dari manusia.

Wadirta dalam Cianjuran yaitu berupa 2 kecapi dan satu suling / rebab , dalam  Waditra kecapi yang dipakai ada 2 jenis yaitu kecapi indung / perahu 9 (yang dominan ) yang ke 2 disebut kecapi rincik juga diiringi dengan suling Cianjuran yang berlubang 6 yang panjangnya 59-63 cm yang fungsinya memberikan hiasan pada lagu selain itu diiringi oleh rebab fungsinya untuk mengiringi lagu-lagu panambih  yang bersurupan salendro saja , seniman yang memainkan alat tersebut disebut juru pirig/ pamiring.

Lagu - lagu Tembang Sunda Cianjuran dikelompokan ke dalam 6 jenis yang lazim disebut Wanda yaitu

  1. papantunan
  2. Jejemplangan
  3. Dedegungan
  4. Rarancangan
  5. Kakawen (dadalangan)
  6. Panambih

Ciri-ciri khusus dari Tembang Sunda Cianjuran 

  1. Bentuk ajaran  merupakan sekar gending lengkap baik sekar maupun gendingnya sudah diciptakan penuh pada setiap lagu mempunyai pirigan khusus
  2. Lirik lagu diambil dari lirik cerita pantun mundinglaya di Kusumah sekalipun sekarang sudah banyak digunakan lirik pupuh
  3. Senggol-senggol atau ornamen dari kedua wanda ini mewarnai / mendasari wanda -wanda lainnya dalam Cianjuran
  4. Disajikan hanya dalam laras pelog saja .
    Di Kabupaten Bandung dari data yang tercatat di Dinas Kebudayaan dan Parawisata ada sekitar 12 grup tembang Sunda Cianjuran yang tersebar di Kecamatan dan di desa-desa diantaranya grup tembang Sunda mandirimekar, Gentrang dangiang, Yayasan atika sunda, giri wangi, Gentra winarya , Gunung kramat, Guru minda dll.

Weather Info


Events

List your events here free of charge,e-mail us or call
+62 22 7304521

Currency Converter

Currency Converter
About Us | Site Map | Legal Term | Contact Us | ©2007 Bandung Tourism and Investment Board