Historic Park
Bandung also known as the garden city
(1936) not just for many park or garden, but also the concept Garden
City, who adopted from many countries in Europe. Until now, not many park still stand. A lot of them has changed became commercial area or the free space.
Citarum Field (Tjitaroem Plein)
Tjitaroem Plein (Lapangan Citarum) terletak di ujung barat Tjitaroemstraat (sekarang Jln. Citarum). Tjitaroem Plein adalah lapangan yang memiliki beberapa pohon hias, dillengkapi dengan sebuah kolam dan sebuah monumen di sisi barat kolam. Tjitaroem Plein dibangun sekitar akhir tahun 1920-an. Monumen Tjitaroem Plein itu
untuk memperingati percakapan pertama melalui radio telepon antara
Hindia Belanda dan Nederland pada`tanggal 3 Juni 1927, di pemancar
Malabar.
Bentuk monument berupa bola besar, yang
mengibaratkan bumi dan dua patung lelaki berhadap-hadapan tanpa busana
di kedua sisinya. Ekspresi sebuah patung tampak sedang berteriak dan
yang lainnya menempelkan telapak tangan di telinga. Monumen ini
melambangkan jarak bumi menjadi tidak berarti lagi melalui komunikasi
radio telepon bumi.
Namun patung peringatan di Lapangan Citarum itu
dibongkar pada akhir tahun 1950-an. Pembongkaran yang sangat disesalkan
oleh banyak pihak, sebab bagaimanapun patung itu memiliki makna
histories bagi kota Bandung dan Indonesia pada umumnya. Pembongkaran
yang semata-mata didasarkan pada penilaian sepihak bahwa wujud patung
dianggap melanggar tata susila, seperti pada cara masyarakat
menyebutnya Patung Pantat Kecil.
Nama pendiri pemancar Malabar Ir G.J. de Groot diabadikan sebagai nama jalan yang sekarang disebut Jlln. Siliwangi.